Skip to main content

Obituari: Mengenang Kehidupan Sahabat Kita “Tri Wulandari Sidjabat”

Kata-kata “enthusiastic, smart, active, beautiful, funny, strict” sepertinya kurang cukup untuk mendeskripsikan teman dan sahabat kita, Tri Wulandari Sidjabat. Hari ini, 15 Agustus 2011, dia dipanggil Yang Maha Kuasa, meninggalkan orang-orang yang mengasihinya. Meskipun dia telah pergi, dia akan tetap hidup dalam ingatan kita. Dan berikut adalah bagaimana saya mengingat kehidupan sahabat kita.

Pertama kali saya mengenalnya, adalah ketika saya masuk kelas 3 Bahasa di SMA Negeri 2 Surakarta, hampir 6 tahun yang lalu. Kala itu, kesan pertama saya melihatnya adalah, “wah mbake ngeri”. Bagaimana tidak, rambut berantakan, baju dikeluarkan, lengan baju yang dilipat sepertinya menjadi identitas “rebellion” dia. Pertama berkenalan pun, namanya, agak gimanaa gitu, “Ndari”. Seiring berjalannya waktu, teman-teman sekelas pun sering memanggilnya “Djabat” nama marganya. Sering kali dia marah (dan kalau marah …. Hmmm ngerii) ketika dipanggil nama itu. Ya, begitulah saya pertama kali mengenalnya. Kami pun berteman. Sebagai sesama pecinta Harry Potter, kami sering bertukar novel dan buku-buku tentang Harry Potter yang lain. Semakin saya mengenalnya, saya semakin tahu ternyata dia ga se'ngeri' yang saya bayangkan. Dia sangat perhatian dengan temannya, hatinya juga hangat, dan seperti manusia pada umumnya, kadang sangat fragile. Di kelas 3 Bahasa, selama setahun kami berteman. Kami duduk di deretan paling belakang. Saya tidak akan lupa akan hobinya menutupi kepalanya untuk tidur di kelas saat pelajaran yang membosankan hahahaaa... Tapi jangan salah, intelenjesinya luar biasa! Dia pintar sekali, saya akui itu. Saya dan dia selama setahun berkejar-kerjaran ranking 1, 2 dan 3 (entah itu dalam semesteran, latihan ujian, hingga UAN). Dan pada akhirnya, dia lulus dari kelas 3 Bahasa dengan nilai yang terbaik mengalahkan saya.

Tak disangka, keberuntungan mempertemukan kami kembali di angkatan 2006, Sastra Inggris UNS. Dunia perkuliahan terasa menyenangkan bersama dia. Dia memberi keceriaan bagi siapapun yang berada disampingnya. Pernah, kami bolos kuliah pak Hendarto untuk maen kartu di kantin sastra. Sering pula kami nonton bareng bersama teman-teman. Belum lagi, kalau sedang touring bersama angkatan 2006. Dialah supporter paling keras bila 2006 sedang ikut PORANTI. Volume teriakannya bisa mengalahkan 10 orang yang berteriak bersamaan. Dia pun juga jago basket. Saya juga tak akan lupa bagaimana dulu kami segerombolan anak 2006 sekedar nongkrong dan makan bareng di kantin sastra, ngobrol A – Z sampai sore. Di dunia perkuliahan ini, dia menemukan belahan jiwanya, Arwan Wisnu. Yak, dia memang tipe cowok yang disukai Wulan, boyish-childish look. Ternyata seleranya ga berubah dari jaman SMA. Kadang, saya merasa bersalah juga menjadi “pihak ketiga” pada beberapa acara malam mingguan Wulan dan Wisnu. Ya, mereka beberapa kali ngajak saya jalan atau cuma buat makan. Maaf ya Wul, Wis menjadi pihak "ketiga" hehehe. Banyak momen-momen indah di masa kuliah yang saya jalani bersama dengan “Wulan”. Yap, di dunia perkuliahan, nama panggilannya berubah menjadi “Wulan”. Dia bertransformasi dari “Ndari” yang rebellious menjadi sosok “Wulan” yang lebih feminin, meskipun masih rebellious juga J. Yang utama, dia lebih dewasa seiring bertambahnya usia. Perubahan nama panggilan sepertinya menjadi simbol kedewasaannya.

Ketika magang, saya juga dipasangkan satu tim dengan Wulan lagi, bersama seorang kawan yang lain, Pondra. Kehidupan magang dahulu sangat menyenangkan, karena kita sering taruhan mana yang dapat tips dari tamu lebih banyak. Dan dia pernah mentertawai dan mengejek saya yang hanya diberi tips Rp. 3.000,00 ! Ya ! Tiga ribu rupiaah !! Pada akhirnya saya mengungguli dia dengan mendapatkan tips Rp. 50.000,00 sekali tarikan hahaha. Dan sering pula, acara magang berganti menjadi acara photo session dengan berbagai pose. I will never forget that J.

Masa-masa akhir kuliah pun tak kalah seru. Kami sama-sama mengambil mainstream American Studies pada semester akhir, mainstream yang menjadi momok, nightmare di jurusan saya. Syukurlah, kami sukses melewati semester 7 dan 8 dalam keaadan selamat. Yang paling saya ingat adalah tingkah kami bila Pak Taufiq mulai melancarkan pertanyaan-pertanyaan yang kami tak tahu jawabannya. Kami akan saling pandang, mencoba menghindari pandangan beliau. Belum lagi ketika kami harus menafsirkan senyuman Bu Habsari, sebagai senyum yang menandakan bahagia, setuju atau tidak setuju dengan pekerjaan kami, atau senyum tidak suka dengan pekerjaan kami. Kami juga saling serang saat kelas seminar, mencoba membuat pertanyaan yang terdengar "ngeri" dan susah untuk dijawab oleh "presenter". Atau, ketika kami dihebohkan dengan drama serial kora, Queen Soendoek. Hampir saja kami membeli DVD BAJAKAN serial drama itu saking ngefans nya pada suatu malam minggu yang hujan. Yah, biarpun kami diajari untuk mengkritik budaya populer, ternyata kami belum bisa terlepas dari hegemoni budaya populer ini J. Masih teringat jelas juga bagaimana kami duet karaoke "my hump" BEP. Wulan yang saya kenal sejak kelas 3 SMA ini memang die hard fans dari Black music. Jaman SMA dulu, dia sering telpon di radio SAS FM solo untuk ngerap dalam salah satu acara rap yang sangat populer di masanya. Bahkan dulu dikelas dia kenal sebagai Missy Elliot nya 3 Bahasa (meskipun saya ga setuju, she is much prettier than Missy Elliot !!!) Thanks for all of these happy memories Wul!!! 

Dalam hal pekerjaan, Wulan sangat terampil dan cekatan. Saya beberapa kali terlibat dalam kepanitiaan acara EDCOM dengannya. Dalam acara-acara tersebut sangat tergambar sifatnya yang perfeksionis, sangat memperhatikan detail, dan juga “cekat ceket”. Misalnya dalam persiapan Halloween Party. Dia tetap berdedikasi meskipun pernah sesaat sesak napas. Halloween Party tahun 2008 mungkin tak akan sukses tanpa campur tangannya. Dari EDCOM, kami mengembangkan sayap ke dunia LO (Liaison Officer). Kami dua kali bekerja sama menjadi LO acara internasional. Disini pula terlihat sikap yang sama. Biarpun terhitung baru di dunia LO, ternyata kualitas Wulan tak kalah dengan LO senior yang lebih professional. Namun sering pula kami merasa minder melihat mas-mas dan mbak-mbak LO yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Kami merasa bagai sebuah perunggu dihamparan emas permata. Tapi yang paling lucu adalah ketika dia dikejar-kejar oleh seorang atlit parasut dari Iraq yang cukup terkenal sampai si Wulan merasa risih. Mungkin dia ngefans sama Wulan J.

Saya masih ingat, pada masa awal kuliah (beberapa hari pertama masuk masa orientasi), dia berkata dia ingin lulus dengan predikat cumlaude. Memang, dia tak sempat menyelasaikan pendidikan tingginya. Dia tak sempat mendapatkan gelar intelektualitas pertamanya. Namun, bagi saya, Wulan layak mendapat predikat cumlaude. Cumlaude artinya adalah lulus dengan pujian. Bagi saya wulan adalah teman dan sahabat yang patut dipuji karena dia membawa kebahagiaan bagi orang-orang disekitarnya. Dia layak dipuji karena kita mengenalnya sebagai "dirinya", karena dia tidak mencoba menjadi orang lain untuk bisa disukai.

Begitulah saya akan mengingatnya entah itu sebagai Ndari atau sebagai Wulan. Bila diringkas, sepertinya sejak kelas 3 SMA sampai sekarang Wulan selalu ada dalam berbagai peristiwa dalam hidup saya. Dia selalu ada dalam kenangan-kenangan indah dalam hidup saya. Begitulah dia akan hidup dalam pikiran saya. Selamat jalan sahabat.We will always love you. Terima kasih atas berbagai kenangan indah ini. Rest in peace my dearest friend...


Michael Jackson - Gone Too Soon .mp3
Found at bee mp3 search engine

Born To Amuse, To Inspire, To Delight
Here One Day
Gone One Night
Like A Sunset
Dying With The Rising Of The Moon
Gone Too Soon
(Michael Jackson - Gone too Soon) 

Comments

  1. pertama saya mengenal Wulan saat masa orientasi siswa di ruang 307. saat itu Wulan, Wahyu, dan Rizqi duduk berdampingan bersama ke sana ke mari. dan dengan percaya dirinya saya bertanya kepada Wulan, kalian satu band ya?? mengingat dia sering bernyanyi di kursinya.. dan mulai itu, aku pun sering memanggil kalian band 'Garasi'... hmm... sebuah kenangan yang tak terlupakan. :-D

    jujur Wulan memang orang yg ngeri. dan sepertinya dia orang yang rebelious hingga sekarang. (karena terkadang saya sungkan dan takut kalau harus berurusan dengannya) hahah. namun ada sisi lain di hatinya yang lembut dan baik hati. gabungan dua kepribadian itulah yang menjadikan Wulan seseorang yang unik dan berbeda dari kebanyakan.

    ada sedikit cerita mengharukan yang saya temukan saat bersama dengan Wulan. pada hari ini tanggal 16 Agustus tepatnya 2 tahun lalu saat kami magang bersama (Aku, Wulan, dan Wisnu, tanpa Rizqi karena dia libur) di kawasan museum Karmawibangga. di sana, dia pernah berdoa untuk hubungan asmara mereka berdua. saya memang lupa kata per kata dari doa tersebut, namun isi doa tersebut kurang lebih seperti ini "semoga hubungan kita akan selalu lancar ya Bebh (kata sayang untuk kekasihnya Wisnu)" sebuah doa yang saya ingat hingga saat ini, dua tahun setelahnya..

    namun Sang Pencipta berkehendak lain. sahabat kita Wulan telah berpulang terlebih dahulu.
    dan malam ini, saat menulis tulisan ini, dada ini terasa sesak mengingat kejadian tersebut.

    selamat jalan Wulan, sahabat yang akan selalu kami kenang. terima kasih telah mengisi pengalaman-pengalaman kami dengan kehadiranmu..
    jika engkau bisa membaca tulisan ini, kami ingin engkau tau bahwa

    "kami bersyukur telah mengenalmu sebagai teman dan sahabat kami"

    So Long Wulandari Sidjabat...

    ReplyDelete
  2. i'm touched.. my deepest condolence ris. may her soul rests in peace. she does not die. she lives, inside you... around you.

    ReplyDelete
  3. thx u guys ... I know that she reads this writing, probable she will be mad at me because I call her by her family name =)

    ReplyDelete
  4. goodbye wulan.. we're gonna miss you
    thanks for all of memories you've shared with us...
    rest in peace dear.. :(

    ReplyDelete
  5. Terima kasih Atas semua belasungkawa yang telah di berikan untuk sepupu,saya Tri Wulandari Sidjabat.saya atas nama keluarga besar mengucapkan banyak terima kasih atas semua ungkapan rasa belasungkawanya,dan tidak lupa saya mewakili segenap keluarga besar meminta mohon maaf apabila semasa hidupnya Ulan telah berbuat salah baik yang sengaja atau tidak sengaja…

    Bless U all

    ReplyDelete
  6. Surprised, ada keluarganya Wulan yang menemukan postingan saya... Semoga tidak ada bagian dari tulisan saya yang menyinggung perasaan keluarga. Maaf sebelumnya kalau ada...

    Terima kasih Tuhan telah mempertemukan kami dengan Wulan dalam hidup ini. Semoga keluarga besar diberi ketabahan. Amiiinn.

    ReplyDelete
  7. ooh, mas ini keluarga mbak wulan yg di blognya mbak rena ya. turut berduka cita aja saya mas, semoga diterima dan mendapat tempat yg baik disana..

    ReplyDelete
  8. Saya bukan keluarganya :D Saya temannya hehe

    terima kasih doanya yaa

    ReplyDelete
  9. dunno what to say ki speechless, i miss her q, so much

    Ulan itu pacar pertama saya dan saya sayaaaaaaang bagt sama Ulan. mmm ada beberapa sifat wulan yang mungkin ga banyak yang tahu dan g bnyak yg ngira.

    Ulan itu manjaaanya minta ampun, dan itu yang bikin saya sayang banget sama wulan. kalo minta apa apa ya harus segera diturutin. kaya misal, satu hari saya harus ngelesin tapi dia lagi pngen makan keluar brg atau ditemenin maen kmana. dengan segala cara dia bakal membujuk dan memohon biar saya ga ngelesi. kalo uda begini yawda, saya jadi bolos ngelesi. saya ga pernah bisa menolak semua permintaan Ulan, ga tau knpah

    she is truly a hardworker, trus dia rajin,tapi kalo lagi ga mood, malesnya minta ampun. dibujuk dan dibiangin kaya apapun .... ga bakalan mempan. tapi kalo lagi semangat ga ada yang bakal bisa menghentikannya juga.

    tapi yang jelas, walau Ulan "galak" (sperti yang dibilang QQ dan Pondra, dan saya sendiri juga punya pendapat yag sama)dan hampir setiap orang pernah dia "galaki" (termasuk Kiki dan Pondra), dia sebenarnya ga bemaksud sperti itu, dia sayang semua orang yang dia kenal.

    mungkin itu yang bisa saya critakan dari pribadi Ulan. saya bukan org yg pintar merangkai kata kaya Pondra atau bisa mengungkapkan pikiran selancar kamu Q.

    Thx for the post Q

    ReplyDelete
  10. Thx u sudah membaca postingan ini Wisnu :) I also miss her a lot, dan saya kira semua sangat kangen padanya ... ngga ada lagi teman buat "ngecrohi" orang hiks ...

    Terima kasih sudah menambah cerita akan bagaimana kita bisa mengingatnya ... Let's cherish her life ...

    ReplyDelete
  11. gak disangka Wisnu membaca postingan ini juga..

    we all will miss her Wisnu..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

The Two Most Influential Postmodernist Thinkers

This second post about postmodernism will consist of two greatest postmodernist thinkers and their contribution to postmodernism.
1. Jean François Lyotard.
Lyotard is a French philosopher. He opened the discussion for postmodernism in social theory with his groundbreaking publication ‘La Condition Postmoderne’ (The Condition Postmodern). His works stress the decline of meta-narratives or grand-narratives, as some scholars refer it. Meta-Narratives as defined in the previous post are sets of ideas governing what is right and wrong. For example, religion defines how to live a good life. By doing so, people who do not appeal to the characteristics of good man as defined by religion will be considered unfaithful, as bad people. Lyotard argues that this way of legitimating declines in a postmodern society. What is considered good can no longer be clearly separated from what is considered bad.

The decline of meta-narratives was triggered by communication development. Traditional communicatio…

Graduation ... Alhamdulillah finally

Yesterday, September 8, 2011 finally i had my graduation ceremony. I am now officially hold the title "Bachelor in English Language and Literature" (although I prefer Bachelor in American Studies hahahahaaa).

I thank all of my friends in English Department 2006 for their supports and companions during my time in ED. I was so relieved to have friends like them. I specially thank my American Studies 2006 class for everything they gave me in the last semesters of my study.

Movie Review | Stream of Tears in Wedding Dress

Last Saturday, I got a runny nose -kind of severe, as I recalled- not because of sick, but because I watched a Korean movie entitled WeddingDress.
I have frequently watched Korean movies. In my opinion, they are much better than Indonesian movies. Not that I dislike my country (I just dislike Indonesia’s movies), but yeah, Korean movies have a wide range of preference. You can watch cheesy-funny-romantic movie that make you feel happy and smile all the time. Or try to watch a horror-romanticmovie that makes you laugh and scared. You can also find cool action movie! Some movies even make me cry a lot. I really mean it when I say some Korean movies really make me cry so badly. Wedding Dress is one that makes me cry. I am a boy and I cry. So what? I don’t buy the ubiquitous saying ‘Boys don’t cry’.

Wedding Dress narrates the life of a single mother, Go-eun, played by Song Yun Ah. Her husband dies already, leaving her only with her young daughter, So-ra, nicely played by Kim Hyang-gi. …