Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2011

Solo Batik Carnival 2011 Rocks !!

I just got home from Solo Batik Carnival 2011. It was awesome. I needed efforts to get to the comfortable spot to watch this annual parade. This year, it was held in the evening causing more people flooding Slamet Riyadi Street, Solo. Yet, it was worth it. Below is some pictures that I captured, sorry if it is blurred. To get a very smooth picture in that kind of situation with just digital camera is such a heaven blessing hahaha...

Memilih Mainstream yang Tepat

Sore ini twitter timeline saya kebanjiran tweets adek tingkat yang sedang mengikuti seminar mainstream. Di Jurusan Sastra Inggris saya memang pada semester akhir akan dibagi menjadi 4 bidang minat: Sastra, Linguistik, Kajian Amerika dan Penerjemahan. Setiap bidang memiliki keunggulan dan kekurangan masing masing. Mungkin demi alasan itu seminar ini diselenggarakan oleh EDCOM.

Namun, berbagai reaksi yang muncul di twitter, sangat menarik diamati. Ada yang semula tertarik pada mainstream A, terus tertarik mainstream B. Ada yang semakin mantab dan yakin untuk memilih mainstream yang dari dulu telah disenangi. Ada yang bingung memiilih yang mana karena

Sekelumit Tentang Hegemoni Konsep Gender

Siang tadi, saya menghadiri pekan olahraga antar tingkat yang diselenggarakan di jurusan saya. Angkatan saya bermain basket. Ada dua giliran, pria dan wanita. Ketika para pria sedang bermain, mereka terlihat bermain dengan apiknya. Bola basket seakan menari dalam tangan mereka. Mereka terlihat sangat menguasai bola basket. Ketika giliran para wanita yang bermain, tentu saja terjadi perubahan atmosfer di arena pertandingan. Pertandingan tidak 'sepanas' pertandingan sebelumnya. Disini terlihat para wanita kurang menguasai bola.

Dari hal ini, bisa terlihat ada hal yang sangat mendasar yang pada akhirnya membuat suatu konsep gender. Pria terlihat lebih dominan dalam hal ketrampilan olah raga, dalam hal ini basket, daripada wanita. Hal ini yang menjadi suatu konsep gender yang dimaknai sebagai sifat alami pada masing masing kategori seksual (laki - laki dan perempuan). Laki - laki diatributkan dengan ketangkasan. Perempuan diatributkan dengan kelembutan. Olah raga, tentu saja akan …

Ghosts as Popular Culture

It’s almost two months, yet the building that houses the famous Haunted House is still swarmed by people. My city, Surakarta, witnesses a popular culture ritual that is unfolding. In this post, I would argue that even ghost now attains a status as a popular culture product.
Solo, Javanese Culture, and Mysticism
As one of the oldest city in Java, Solo once functioned, and it does still function, as the center of Javanese culture in Indonesia. The Keraton Kasunanan (Kasunanan Palace) which was the ruler of Solo, now serves as the cultural guardian of the city. Tracing back to the history of Solo, an assimilated form of Islam is the biggest influence in the city. I argue this as an assimilated form of Islam to refer to the reality that in Solo, Islam is not practiced solely adapting its Arabic version as taught by Muhammad PBUH. Solonese practice both Islam as inscribed by the holy prophet and Javanese cultural belief (kejawen) which includes the rituals which are not inscribed in Islam…

Graduation

Tomorrow some of my friends in ED 2006 will graduate... I'm going to attend. I know I will feel jealous because they finish it sooner than me haha ... but that jealousy is what I need to burn my spirit. In this post, I promise that the next slot of graduation, I will be in ...

Congratulation for all my friends who will graduate tomorrow ... May goodwill with you all ...