Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2011

Tertib Lalu Lintas dan FTV

Sama seperti siang hari kemarin, hari ini saya masih berstatus “jobseeker” istilah keren untuk pengangguran. Kalau semua berjalan lancar, semoga bulan depan saya sudah tidak berstatus demikian, Amiiiin. Untuk mengisi waktu luang, saya pun menghidupkan televisi mencoba melihat apakah ada acara yang menarik. Karena sudah lewat jam 1, saya rasa sudah tidak ada acara yang menarik. Saya kelewatan acara favorit yang mampu menghubur saya yaitu Awas Ada SuleJ (ini bukan iklan). Selepas jam 1, yang ada di saluran televisi Indonesia adalah FTV, talkshow, berita, FTV, lalu FTV yang lain  dan film pendek yang lain. Tidak banyak pilihan memang bila kita tidak memakai jasa televisi berlangganan. Akhirnya saya memutuskan menonton beberapa FTV. Ya, beberapa, karena saya selalu pindah-pindah saluran televisi. Semakin saya tonton beberapa FTV ini, banyak hal – hal kecil yang menarik untuk dikomentari. Namun dipostingan kali ini saya hanya akan mengamati khusus tentang budaya tertib lalu lintas Indones…

Jakarta and Social Reality

Around 4.45 am, the train I rode entered Jakarta area. It entered Bekasi train station and halted there for a couple of minutes. I knew then that I was about to enter Jakarta as I could see glamorous lights of the skyscrapers on the right contrasted to the darkness of the dawn. Soon enough, people swarmed and entered the train. They were not official Indonesian National Train Company (PT Kereta Api Indonesia, KAI henceforth) workers. They were beggars!

It was 4.45 and there were beggars in Jakarta, the capital city of Indonesia, a supposed to be a rich country. It was ironic since these people did not look like beggars. They wore proper t-shirt and had tidy hair style. Yet, they begged for small amount of money from others.

Then, a girl came spraying air freshener. I thought she did it voluntarily but I instantly knew that it was a silly thought. “Nothing is free”, so I thought. After spraying the air freshener to the entire coach, she asked for some money. I gave her some as I thou…

[Perspektif dalam Bom Solo] Memaknai Perbedaan

Siang kira-kira pukul 11.00, Indonesia digemparkan dengan peristiwa meledaknya bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton. Seorang pria yang diduga sebagai pelaku tewas ditempat. Sejauh ini, dikabarkan ada seorang jemaah gereja yang meninggal dirumah sakit. Bom yang meledak saat misa berlangsung ini berisi serpihan mur baut dan paku juga melukai belasan jemaah Gereja Kepunton. Saat artikel ini ditulis, polisi masih melakukan olah TKP yang dihadiri secara langsung oleh Kapolri Timur Pradopo.

Berita tentang meledaknya bom di tempat ibadah memang isu yang sangat sensitif di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan kondisi sosial bangsa ini yang terdiri dari berbagai macam agama. Atau dengan kata lain, Indonesia adalah negara yang plural dalam hal agama. Meledaknya bom di suatu tempat ibadah biasanya akan langsung dikaitkan dengan isu-isu SARA. Sudah menjadi rahasia umum, yang akan menjadi tersangka utama adalah para teroris yang biasanya akan mengarah pada golongan umat Islam ga…

Indonesia dan Smartphone

Malam ini adik saya baru saja dibelikan sebuah handphone touch screen bermerek Samsung Corby II. Ya, saya memang yang mengusulkan untuk membeli telepon seluler semacam itu karena dengan harga dibawah satu juta sudah bisa mendapat handphone touchscreen yang fiturnya cukup lengkap.

Saya akui, saya memang tergoda untuk membeli handphone touchscreen. Terlebih lagi setelah adanya booming handphone berperangkat lunak Android yang mayoritas diusung samsung dengan label Galaxy nya yang berplatform Android. Saya bisa dikatakan pernah sampai pada tahap ingin membelinya, uang sudah siap, tinggal beli lah istilahnya. Mengapa saya ingin membelinya?

Alasan sederhana ya mungkin karena handphone ini terlihat mewah dan canggih. Mewah kan ketika kita tidak memencet tombol? Mewah ketika handphone kita bisa gunakan sebagai GPS. Terlebih lagi, handphone ini masuk katagori smartphone yang notabene nya adalah handphone "mahal". Meledaknya smartphone di Indonesia pun dipengaruhi oleh meledaknya pe…

Kung Fu Panda 2 | Movie Review

Po is back! The Dragon Warrior is on the screen once again with its second sequel. Released on August 16 in Indonesia (ya memang telat sekali Indonesia!!!!! gara gara kasus yang dulu itu), Kung Fu Panda 2 is still played in various Indonesia's cinema theaters.

The Furious Five and Po are asked to restore order in the Gongmen city as it is ruled by a tyrant peacock named Zen which plans to rule over China. Zen invents the use of fireworks as a deadly weapon. He plans to seize China with his newly invented weapon. However, the story becomes more interesting as it turns out that Zen plays a very important role in Po's past life. He is the key to understand who Po really is. Torn between his curiosity to deeply know his past life and his duty to restore order by defeating Zen, Po becomes a more complex character but still a funny character.
In the jokes department, frankly I think Kung Fu Panda 2 is less funny than its prequel. So, if you watch this movie and intend to laugh as h…

Graduation ... Alhamdulillah finally

Yesterday, September 8, 2011 finally i had my graduation ceremony. I am now officially hold the title "Bachelor in English Language and Literature" (although I prefer Bachelor in American Studies hahahahaaa).

I thank all of my friends in English Department 2006 for their supports and companions during my time in ED. I was so relieved to have friends like them. I specially thank my American Studies 2006 class for everything they gave me in the last semesters of my study.

Extended Family Tour 2011: Bali

I just spent lebaran's holiday in Bali with my extended family. Yeah, we departed from Solo in September 1, 2011 spending four days there. Well, although I once went to Bali, this time the nuance was so different as I went there with my extended family, not friends. Below are some pictures of my trip :) Please enjoy my narcissism hahahahaaaa..... 
Departure